3/10/08

Masih tentang Q


Entah tinggal berapa lama lagi kan kumilikki kebahagiaan bersamamu. Apakah telah mendekati ujungnya, atau masih diberi jalan yang panjang tuk saling membagi indahnya hidup.

Ah, entahlah..

Sejak pertama kau ada dalam hidupku, aku telah menyayangimu. Walau rasa itu belum sehebat kini. Namun kupertegas, ketika itupun aku menyayangimu.

2/26/08

Untuk 'Q'




Aku selalu memohon yang baik untukku. Tidak perlu yang terbaik, tapi semoga selalu menjadi yang paling beruntung.

Begitupun untukmu, selalu kudoakan setiap yg baik menjadi milikmu. Dan aku ada dalam bagian baik itu.

Tapi akan selalu ada masa dimana kita tidak bisa bersamaan meraih yang baik tersebut. Maka kurelakan kau yang meraihnya. Dan bila memang ternyata yg baik itu tersemat untukku, kan kubagi kebahagiaan itu brsamamu.

Coz life's not always beautiful, so i need u 2 share my life with.

2/25/08

Aku, kita.




Langkahmu,
Masihkah kan menujuku?
Meski suratan kini memberi jalan yang berbeda tuk kita tempuhi

Sahabat,
Aku menyayangimu
Meski kata tak sempat kuucap.

2/22/08

Dirimu




Ah,
Ku kehilangan apa yang tak pernah kumiliki
Seperti angin yang takkan pernah bisa kupeluk
Kuhanya bisa merasakannya
Dan membiarkan dia datang dan pergi bersama hembusnya

Banyak hal yg kan berubah, Semoga segala yang baik tetap ada pada kita.

1/5/08

Jati dan Perempuan hujan




Dulu,
Dalam pamitmu..
Kau bilang aku harus setegar jati
Dililit kemarau pilu namun tak melepas hidup
Percaya hujan kasihmu kan selalu membasahi ranting-ranting rindu
Meranggaskan pucuk-pucuk asmara
Yang sempat layu berguguran
Dengan rinai-rinai kelembutan
Menelusup pada tiap pori hati

Aku pernah setegar itu,
Tapi tidak lagi kini

Hembusan sepoi saja telah tumbangkanku
Seiring singgahmu yang sebatas janji, Perempuan hujan.

12/12/07

Untuk Cahaya


Di penghujung temaram menjelang pagi,
Bersama embun cinta yang menetes di antara lekuk-lekuk daun hatiku
Leleran sejuk yang meresap pada tiap pori
Mencipta rindu semakin memburu


Di bagian ini,
Ada yang belum sempat kuceritakan pada Cahaya
Keberadaanmu yang dapat sempurnakan fotosintesis hidupku


Mungkin lusa,
Kan kupinang dirimu.

12/6/07

Rintih gerimis


Dalam sebuah novel cinta,
Kuselipkan beberapa bait tentang gerimis di antara bab hujan yang mengambil nyanyian perawan sang perempuan gerimis

Tentang rinai yang mengganti air mataku

Ada kehilangan yang bisa kau rasakan di setiap tetesnya
Seperti ia yang melenyapkan gerimis
Deras hujan yang menggerus hati
Menghanyutkan ranah cinta yang pernah kupijak

"Aku mencintai gerimis, jauh lebih besar dari aku mencintai hujan". Ujarmu

Kalimat yang sempat memberi hangat pada ruang hati yang beku
Laksana selimut bagi tubuh yang menggigil

Tapi gelegar petir menyadarkanku
Betapapun gerimis mengisi sukmamu
Hujanlah yang kau pilih tuk mengairi ladangmu

Dan gerimis ini hanyalah kenangan
Menjadi kisah yang terlumat hujan, lelaki yang mengawinimu.